BREAKING NEWS :
Loading...

Tragedi Hilangnya Pesawat Sukhoi Superjet 100

Tragedi Hilangnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 - Pesawat Sukhoi Superjet 100 diketahui hilang kontak radar pukul 14.20 WIB. Pesawat hilang setelah terakhir kali kontak dengan Bandara Atang Sanjaya, Bogor. Penumpang pesawat sebanyak 46 orang.

Menurut Ervan, pesawat berbadan besar dengan kapasitas penumpang 98 orang tersebut melakukan joy flight di Indonesia sejak Rabu pagi. "Ini joy flight kedua. Tadi pagi sudah terbang dan kembali lagi Halim," jelas Bambang.


Pada joy flight pertama, penumpang sudah kembali dengan selamat.

Informasi yang dihimpun, pilot pesawat itu sempat mengontak memberitahu bahwa pesawat sedang terbang di ketinggian 10 ribu kaki di atas wilayah Bogor. Dan pada pukul 15.30 WIB, pilot meminta izin untuk menurunkan pesawat di ketinggian 6.000 kaki.

Pesawat Sukhoi Superjet100 ini berada di Indonesia untuk melakukan tes terbang. Pesawat penumpang ini sedang ditawarkan ke maskapai penerbangan di Indonesia. 

Dua wartawan TransTV ikut terbang bersama pesawat Sukhoi Superjet100 berpenumpang 46 orang, yang hilang kontak saat lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 14.50 WIB, Rabu 9 Mei 2012. Hingga kini, dikontak berkali-kali awak redaksi TransTV belum bersambung dengan dua rekannya itu.

"Dua rekan kami itu liputan untuk Reportase. Mereka adalah reporter Ismi Sunarto dan Camera Person Aditya Sukardi," kata Koordinator Camera Person TransTV, Hidayat Gautama, kepada VIVAnews.

Begitu mendengar kabar hilang kontak itu, katanya, awak redaksi TransTV langsung menghubungi keduanya. Tapi berkali-kali dikontak sama sekali tak ada repons. Dari koordinat terakhir yang terpantau di radar, pesawat milik perusahaan Rusia itu hilang di wilayah Bogor, Jawa Barat.

"Itu hanya liputan reguler biasa. Joy flight, penerbangannya juga bukan rute yang jauh," kata Hidayat. Pesawat itu diawaki pilot dan kopilot dari perusahaan Sukhoi.

Pesawat itu lepas landas dari Halim pukul 14.00 WIB itu hilang kontak pada koordinat 06.43.08 S dan 106.43.15 BSN. Pesawat yang hilang kontak sekitar pukul 14.50 WIB itu berjenis Sukhoi 100 FN RA36801.

"Pesawat itu milik perusahaan Rusia," kata Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional, Gagah Prakoso dalam perbincangan dengan VIVAnews.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com di Pelabuhan Udara Halim Perdanakusuma di terminal kedatangan, berikut daftar nama penumpang yang teregistrasi pihak bandara baru 36 orang.

1. Kornel M. Sihombing (DI),
2. Edie Satiyo (Pelita Air),
3. Darwin Pelawi (Pelita Air),
4. Gatot Purwoko (Airfast),
5. Budi Rizal (Putra Arta Dirgantara),
6. Syafrudin (Carpedrem Mardin),
7. Peter Adler (Sriwijaya),
8. Herman Suladji (Air Maleo),
9. Donardi Rahman (Aviastar),
10. Eloni (Kartika),
11. Hurdiana Widjanda (Kartika),
12. Arief Wahyudi (TR),
13. Nam Tran (Snecma),
14. Ruli Dermawan (Indo Asia),
15. Ahmad Fazal (Indo Asia),
16. Insan Kamil (Indo Asia),
17. Edward Edo (Indo Asia),
18. Ismie (Trans TV),
19. Aditya Sukardi (Trans TV),
20. Indra Halim (PT KAI),
21. Rietyan S. (PT KAI),
22. Dody Aviantara (Angkasa),
23. Don Yusuf (Angkasa),
24. Femi (Bloomberg),
25. Stephen Kamaci (Indo Asia),
26. Capt. Aan (Kartika),
27. Yusuf Ariwibowo (Sky),
28. Maria Marcella (Sky),
29. Henny Stevani (Sky),
30. Mai Syarah (Sky),
31. Dewi Mutiara (Sky),
32. Sussana Vamella (Sky),
33. Nur Ilmawati (Sky),
34. Rossy Withan (Sky),
35. Anggi (Sky),
36. Aditya (Sky).

Nich gan picture pesawatnya yang berhasil ane dapat


Semoga cepat di temukan dan para awaknya semua baik-baik saja..."Amin 
untuk info selengkapnya bisa baca disini
Share On:
Langganan Tulisan Blog Ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

5 Responses to "Tragedi Hilangnya Pesawat Sukhoi Superjet 100"

  1. visit my blog at http://driessenpost.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. rekomendasikan saya join idbloggernetwork :-) email saya arifs8173@gmail.com

    ReplyDelete
  3. @Arifs.driessen ya kita hanya bisa berdoa,mudah2an para korban bisa cepat di evakuasi dan bagi yg di tinggalkan di beri ketabahan...."amin

    ReplyDelete